Esa Mutiara Darwis cewek berkerudung, bermuka lembut, santun
tapi berotak cemerlang.. pertemuan kami bermula ketika kami sama-sama lolos
dalam OSN tingkat provinsi 2007 yang berlokasi di pondok madinah sudiang,. Ya..
dia adalah perwakilan jeneponto bidang matematika dan saya di bidang Astronomi…
meski kami beberapa hari di sana tapi seingatku kami Cuma sekali dalam bertegur
sapa itupun ketika dia menanyakan lokasi tes bidang matematika tanpa menyebut
namaku, yah saya tahu dia pasti tidak tahu namaku.. :D
Di tahun berikutnya kelas XI SMA saya kembali mengikuti seleksi OSN tingkat kabupaten tapi kali itu
saya tidak lagi mengambil bidang Astronomi tapi pindah ke bidang Matematika
selain karena bidang Astronomi berat bagiku, di matematika juga saya punya
motivasi lain,. Yaa karena Dia si Echa’.. alhasil waktu tes saya pun kembali
bertemu dengan dia, Alhamdulilah dia masih mengenal mukaku.. selesai tes kami
pun berbincang-bincang sambil mendiskusikan soal yang baru-baru kami kerja, dan
di akhir pembicaraan kami pun tidak lupa untuk saling tukar nomor Hp.
meski nomor Hpnya sudah ada di contactku tapi saya tidak peernah berani untuk
sms apalagi telpon dia, sampai selang
sebulan lebih saya dapat sms dari dia “selamat Yah…” dengan muka kebingungan
saya pun membalas
“selamat atas apa?”
“selamat karena
Loloski’ ke tingkat Provinsi”..
“iyah??? Kita??”
“iyah… 2 orangki lolos di matematika liatki di sekolahta
adami itu mungkin pengumumannya Karena di sekolahku adami..”
yah.. kami adalah dua perwakilan jeneponto di bidang matematika, skor kami
hamper sama Cuma beda 2 poin, dari situ kami pun tambah akrab terkadang sms
Tanya kabar, menanyakan persiapan masing2 dan tak lupa kami saling memotivasi...
:D
di tingat provinsi yang masih berlokasi di sudiang hari-hari di sana lebih kami
habiskan dengan banyak berdiskusi bersama,. Itu yang membuat motivasi belajar
saya semakin tinggi..
sampai pada pengumuman hasil seleksi
ternyata 2 orang yang dinyatakan lolos ke tingkat Nasional pada bidang
matematika yang akan dilaksanakan di Bandung dan kedua orang itu adalah saya
dan Echa’,. Yah,. Betapa senangnya diriku saat itu selain karena mimpi-mimpiku
untuk ikut OSN tingkat Nasional terwujud terlebih lagi yang saya temani adalah
Echa’.. hasil ini juga membuat kami menjadi orang jeneponto pertama yang lolos
OSN tingkat Nasional di bidang matematika… sampai pada saat pelepasan di
kabupaten yang melepas adalah bapak bupati jeneponto… :D, tapi ada satu doa
bapak bupati yang saya ingat sampai sekarang walaupun diucapkan dengan nada
bercanda tapi saya aminkan tiga kali di dalam hati.. “kaya’x kalian jodoh”
aamiin.. hehehe… :D
meski di tingkat nsional kami tidak bisa
juara tapi itu bisa membuat kami menjadi lebih akrab dari yang sebelumnya..
kami mnjadi lebih sering telponan, smsan atau dating ke sekolahnya yang
berlokasi di kota jeneponto sambil berdiskusi matematika tentunya… :D
Sampai pada suatu hari ayah saya mengajakku untuk datang ke
pesta keluarga yang berlokasi di kota jeneponto,. Betapa kagetnya saya waktu
itu ternyata anak dari kerabat ayahku itu pak Darwis adalah si Echa’.. waww…
dunia memang sempit,. Ternyata orang yang saya kagumi sejak dulu adalah keluargaku.. melihat keakraban saya dengan Echa’, ayahnya echa’ pun semakin akrab dengan saya, Beliau sering
memanggil saya dating ke rumahnya hanya untuk menemani echa belajar, mengajak
saya pergi rekreasi atau sekedar
menemaninya main catur,.. yah,.. ayah echa’ memang hobi main catur,
karena saya jarang main catur maka saya pun sering kalah… hehehe
tamat SMA sy pun ditakdirkan untuk melanjutkan studi ke jurusan Fisika UNM,
dan Echa’ lebih beruntung daripada saya
dia kuliah di universitas terbaik di Indonesia.. yah..dia diterima di UI di
jurusan matematika.. meski jarak kami jauh tetapi komunikasi kita tetap kami
jalin dengan baik, kami saling bertukar kabar, bercerita tentang masalah kuliah dan
pastinya yang selalu kami lakukan adalah saling memotivasi..
dipertengahan semester 3 tepat di hari selasa 21 september 2010 saya diminta
keluarga untuk pulang ke kampung, ya.. mendadak memang ditengah persiapan ujian
fismat pertama, saya harus pulang kampung… dan betapa kagetnya saya sampai di
rumah waktu itu ada kakek, nenek, ayah dan ibu, ayah saya menginformasikan
kalau si Echa’ akan dinikahkan, seperti petir di siang bolong,…. kaget
bercampur sedih, tapi saya Cuma bisa bilang “kapan?”, ayah saya pun menjelaskan
kalau ayah echa’ pak darwis sekarang
lagi sakit keras penyakit Diabetes yang beliau derita sekarang semakin parah,
dan beliau berharap sebelum dia meninggal nanti dia dapat melihat putri tunggal
sekaligus anak paling bungsunya Echa’ menikah,.
Dan beliau berharap saya lah yang menjadi suami dari echa’… sebuah
keputusan yang tidak bisa saya ambil.. saya masih kuliah smester 3, umur saya
masih 19 tahun, kerjaan saya tidak ada terlebih lagi saya juga tidak tau
perasaan echa’ ke sy itu bagaimana… meski kami telah lama akrab tapi kami tidak
pernah saling singgung perasaan kami apalagi sampai pacaran,. Tapi ayah saya
menjelaskan kalau Echa bersedia untuk nikah bersama saya.. tepat di hari jumat
24 september 2010 akad nikah kami pun dilangsungkan secara sederhana di rumah
Echa’..
sebuah tanggung jawab besar terpampang di depan mata, saya sekarang
menjadi seorang suami, tingkah kekanak-kanakan saya harus saya tinggalkan.. itu
adalah masa-masa tersulit di dalam hidup saya, status saya sebagai suami
membuat IPK (indeks pulang kampung) saya sangat tinggi hampir tiap minggu saya
pulang kampung, cobaan pada keluarga kami semakin kian menjadi, 1 bulan
setelah pernikahan kami Ayah istriku Echa meninggal dunia.. yah ,. Cobaan yang
sangat berat dalam keluarga baru kami,. Saya tidak pernah melihat Echa’ sesedih
itu.. saya Cuma bisa mencoba menenangkan dia… banyaknya pikiran juga ternyata
berefek pada nilai-nilai pada pada smester 3,. Alhasil Saya peroleh 3 C, 4 B
dan Cuma 2 A, yang membuat IP ku pada saat itu Cuma 2,8… yah,.. sangat
rendah…….
tapi sosok echa yang luar biasa membuatku kembali menemukan semangatku yang
hilang apalagi 5 bulan setelah pernikahan kami istriku echa’ dinyatakan positif
hamil dan tepat di tanggal 5 juli 2011 putri kami Nur Insani Irsan lahir, .
yah, tepat tanggal itu saya pun menjadi seorang bapak sebuah status baru yang
cukup indah ditengah usia yang baru masuk 20 tahun,. anak manis yang mirip
sekali dengan ibunya, sosok yang menjadi sumber motivasiku untuk terus menjadi
yang terbaik.,. IPK ku pun tiap semester meningkat.. saya pun mengikuti berbagai
macam lomba semata-mata untuk Echa’ dan buah hati kami insani..
keluarga
kami pun semakin bahagia, tak lebih dari 2 minggu saya pasti pulang ke rumah, Cuma
untuk meliwat wajah istriku, menikmati masakannya ato hanya sekedar menemaninya
lomba lari di pagi hari.. yah,. Kami memang sering melakukan aktivitas ini,
lomba lari sambil bercanda di stadion bola yang berada pas di pusat kota
jeneponto yang pastinya orang yang
melihat kami menjadi iri heheh,. Kami ibarat dua muda-mudi yang masih pacaran,
saling bercanda, saling mengerjai, saling ejek dan kebiasaan lama kami bersaing masih sering kami lakukan… keutuhan
rumah tangga kami pun kami jaga dengan baik, yang membuat saya tidak bisa berlama-lama
marah dengan dia Karena disetiap saya marah dia selalu membuka album foto pernikahan
kami sambil senyum dan mencoba mengingatkan janjiku pada saat itu.. hehehhe..
tuhan… betapa kusangat mencintainya…..
di semester 8 ini dengan permintaan istriku saya ulang mata kuliah yang
sebenarnya sudah rencana saya bungkus nilainya, yah Fisika Matematika 2.. dia
selalu mencoba mengingatkan saya kalau saya adalah peserta OSN tk. Nasional bidang matematika
dan sangat lucu kalau saya dapat nilai C, dia juga selalu mengatakan kalau
fismat 2 itu mudah, yah.. walaupun dia sudah cuti kuliah dari semester 3 tapi
kepintarannya dalam matematika semakin meningkat bahkan
sekarang dia sudah tamatkan buku Mathematical Methode in the Physical science
karangan Marry L. Boas buku rujukan utama dari mata kuliah Fismat, tidak tahu
sejak kapan dia mulai pelajari buku itu..
Esa Mutiara Darwis wanita bermuka teduh
berhati lembut,. Selamat ulang tahun,..semoga ummi tetap diberi kesehatan dari
yang maha kuasa,. Janji abii pada saat
akad nikah tindak akan pernah abii lupa.. abii akan tetap mencintaimu,
menyayangimu, menjagamu sampai akhir hayatku….